Beranda > Data Kuliah, Jaringan komputer > Dasar Jaringan Komputer

Dasar Jaringan Komputer

Jaringan Komputer


Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node.

Sebelum mempelajari jaringan komputer terlebih dahulu kita harus mengetahui jenis-jenis dan apa sebenarnya sebuah jaringan itu. topik kali ini saya akan coba membahas tentang dasar-dasar sebuah jaringan yang saya pelajari di perkuliahan pada minggu pertama mengenai RISC & CISC selanjutnya mengenai Media Transmisi
Pertama RISC & CISC

Perbedaan antara RISC & CISC
CISC (Complex Instruction Set Computers) adalah dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang kompleks dan lengkap. sedangkan RISC (Reduced Instruction Set Computers) yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced),

Perbedaan yang mendasar
CISC
Penekanan pada perangkat keras (Hardware), Termasuk instruksi
kompleks multi-clock, Memori-ke-memori “LOAD” dan “STORE” saling bekerjasama, Ukuran kode kecil, kecepatan rendah, Transistor digunakan untuk menyimpan instruksi2 kompleks. Sedangkan

RISC
Penekanan pada perangkat lunak (SoftWare), Single-clock, hanya sejumlah kecil instruksi, Register ke register “LOAD” dan “STORE” adalah instruksi2 terpisah, Ukuran kode besar, kecepatan relatif tinggi, Transistor banyak dipakai untuk register memori

Keunggulan RISC dibandingkan CISC
Pada masa sekarang hanya Intel x86 satu-satunya chip yang bertahan menggunakan arsitektur CISC, hal ini berkaitan dengan adanya kemajuan teknologi komputer.
Pada tahun 1977, DRAM ukuran 1MB berharga %5,000, sedangkan pada tahun 1994 harganya menjadi sekitar $6. Teknologi kompailer juga semakin canggih, dengan demikian RISC yang menggunakan RAM dan perkembangan perangkat lunak menjadi semakin banyak ditemukan dengan alasan tersebut orang banyak menggunakan RISC dibandingkan CISC, juga Saat ini prosesor berteknologi RISC ‘merajai’ dunia embedded-system. Contoh paling sering kita dengar adalah ARM dan AVR. ARM yang kecepatannya bisa sampai 100MHz-500MHz banyak dipakai untuk iPhone, iPod, Palm, PocketPC, Nintendo, dan beberapa tipe HP Nokia dan Sony-Ericsson. Saya pernah bongkar Zelio Smart-Relay Schneider, dan ternyata pake ATmega128!! Tapi dengan demikian Walaupun pemrosesan berbasis RISC memiliki beberapa kelebihan, dibutuhkan waktu kurang lebih 10 tahunan mendapatkan kedudukan di dunia komersil. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan perangkat lunak.

Tag..:
http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2008/12/risc-vs-cisc/

Selanjutnya mengenai Media Transmisi

Kegunaan media transmisi
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data.
Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

Berdasarkan media transmisi data jaringan terbagi 2 yaitu :
• Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
• Jaringan Nirkabel(WI-FI)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Pertama kita bahas mengenai Jaringan Berkabel (Wired Network)
diantaranya sebagai berikut :

Twisted Pair Cable
Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP), dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan.
Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu kabel STP dan UTP.
Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise kabel STP biasanya digunakan untuk jaringan Luar (Outdor).

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya kabel jenis ini biasanya dipakai untuk dalam ruangan (indor).

gambar kabel UTP & STP

kabel UTP & STP

kabel UTP & STP

Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil). Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater,
Ada dua jenis cable coaxial
1. Digunakan untuk transmisi analog Impedansi 75 Ohm
Contoh : kabel antena TV external.

2.Digunakan untuk transmisi digital Impedansi 50 Ohm
Contoh : kabel jaringan komputer

conector cable coaxial

conector cable coaxial

Fiber Optic
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.

Jenis fiber optic menurut Rambatannya
1. Single mode : serat optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron), diameter intinya sangat sempit mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding selongsong (cladding). Bahagian inti serat optik single-mode terbuat dari bahan kaca silika (SiO2) dengan sejumlah kecil kaca Germania (GeO2) untuk meningkatkan indeks biasnya. Untuk mendapatkan performa yang baik pada kabel ini, biasanya untuk ukuran selongsongnya adalah sekitar 15 kali dari ukuran inti (sekitar 125 mikron). Kabel untuk jenis ini paling mahal, tetapi memiliki pelemahan (kurang dari 0.35dB per kilometer), sehingga memungkin kecepatan yang sangat tinggi dari jarak yang sangat jauh. Standar terbaru untuk kabel ini adalah ITU-T G.652D, dan G.657

2. Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.
Gambar rambatan Single mode & Multi mode

Kabel Fiber Optic

Fiber Optic dengan Conector

Tag..:
http://id.wikipedia.org/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: