Data Perkuliahan

TUGAS

BASIS DATA

Normalisasi dan Entity Relationship

Ultra Melta

85153/2007

2ED2

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PADANG

2008

ENTITY RELATIONSHIP

A. Pengenalan Entity Relationship

Model entity relationship merupakan teknik utama desain basis data konseptual. Dalam pendekatan Model E-R, dengan langsung membuat model data jika yang telah diketahui baru prinsip-prinsip sistem secara keseluruhan.

  • entitas : Data mahasiswa, Data Beasiswa.
  • atribut : Nama, Nim, Jurusan, Jenis Beasiswa dll.
  • relasi : Mahasiswa menerima beasiswa.
  • primary key : Nim. tidak boleh ada yang sama dalam setiap entitas.

B.     Simbol dalam Diagram E-R

C. Relasi Entity

Entity dikarakterisasi dan dipresentasikan dengan suatu gugus atribut. Contoh gugus atribut dari entity pekerja adalah nama, tanggal lahir, NIP. Sekelompok entity yang me miliki karakterisasi entity disebut gugus entity (entity set). Contoh gugus entity adalah gugus Mahasiswa, gugus entity buku. Dari beberapa gugus tadi mungkin terjadi suatu relasi, misalnya relasi antara gugus mahasiswa dengan gugus buku.

Berdasarkan jumlah gugus yang ada, maka relasi antar entity dibedakan menjadi:

1)      Relasi biner (binary), yaitu relasi antar 2 entity

2)      Relasi trio (ternary), yaitu relasi antar 3 entity

3)      Relasi N-ary, yaitu relasi antar n gugus entity

Khusus pada relasi biner, relasi antar anggota dari kedua gugus yang terlibat dapat bersifat:

1)      Relasi 1-1 (one to one relation)

Adalah satu anggota gugus diasosiasikan dengan tepat satu entity anggota gugus lain.

2)      Relasi 1- banyak (one to many)

Adalah satu anggota gugus diasosiasikan pada satu atau lebih anggota gugus yang lain.

3)      Relasi banyak-1 (many to one)

Adalah satu entity anggota gugus diasosiasikan dengan satu atau lebih anggota gugus lainnya.

NORMALISASI

A. Pengenalan Normalisasi

Normalisasi merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain lojik (logical design) sebuah basis data relasional dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan strktur tabel yang normal/baik.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya, desain lojik basis data relasional yang didasari baik oleh prinsip normalisasi maupun yang didasari oleh transformasi secara hati-hati dari Model E-R ke bentuk fisik akan menghasilkan hasil yang mirip.

Dalam pendekatan Normalisasi, perancang/desainer basis data bertitik tolak dari situasi yang nyata , ia telah memiliki item-item data yang siap ditempatkan dalam baris dan kolom pada tabel-tabel relasional, mengetahui sejumlah aturan tentang keterhubungan antara item-item data tersebut.

  • Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entitydan relasinya.
  • Pada proses normalisasi selalu diuji beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat insert data, delete data dan update data.
  • Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut, maka relasi dipecah menjadi beberapa tabel.

B. Atribut Tabel

Atribut adalah deskripsi karakter entity (individu/objek), atribut identik dengan kolom data pada sebuah tabel.

1. Key dan Atribut Deskriptif

Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik. Jika suatu atribut dijadikan sebagai key, maka tidak boleh ada dua atau lebih baris data dengan nilai yang sama untuk atribut tersebut.

Ada 3 macam key , yaitu :

  • Superkey

Merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.

Dari tabel Nim yang dapat menjadi Superkey adalah :

v     (NIM, Nama_mhs, alamat, jurusan)

v     (NIM, Nama_mhs, IP semester, jenis beasiswa, tgl terima, jumlah )

  • Primary key / Kunci Utama

Pemilihan key primer dari sejumlah candidate key tersebut umumnya didasari oleh :

v     Key tersebut lebih sering (lebih natural) untuk dijadikan sebagai acuan

v     Key tersebut lebih ringkas

v     Jaminan keunikan key tersebut lebih baik

Dari tabel Mahasiswa yang dapat menjadi Primary Key adalah (NIM).

Atribut Deskriptif adalah atribut-atribut yang tidak menjadi atau merupakan anggota dari key primer. Dari tabel Data mahasiswa yang termasuk kedalam atribut deskriptif adalah : (NIM, Nama_mhs, alamat, jurusan ).

2.  Atribut Sederhana (Simple Attribute) dan Atribut Komposit (Composite Attribute)

Atribut sederhana adalah atribut atomik yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi sub-sub atribut.

Dari tabel Mahasiswa yang termasuk atribut sederhana : NIM, Nama_mhs,  IP Semester, jenis beasiswa, tanggal terima, jumlah.

Atribut Komposit adalah atribut yang masih dapat diuraikan lagi menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki makna.

Dari tabel Data Mahasiswa yang termasuk atribut komposit : Alamat, karena dapat diuraikan menjadi beberapa sub atribut seperti : alamat, nama_kota, kode_pos

C. Normalisasi dengan Ketergantungan Fungsional

Dalam persfektif Normalisasi, sebuah basis data dikatakan baik, jika setiap tabel yang menjadi unsur pembentuk basis data tersebut juga telah berada dalam keadaan baik atau normal. Selanjutnya sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal, jika telah memenuhi 3 (tiga) kriteria berikut :

1)      Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition)

2)      Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency  Preservation)

3)      Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF)

Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak, tabel-tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap Ketiga (3 Normal Form / 3 NF).

Kriteria di atas merupakan kriteria minimal untuk mendapatkan predikat efisien / normal bagi sebuah tabel. Akan tetapi kita juga menerapkan kriteria-kriteria lain yang juga tercakup dalam kerangka Normalisas.

Bentuk-bentuk Normal

First Normal Form (1NF)

  • Domain disebut atomic bila elemen yang ada di dalamnya tidak dapat dibagi menjadi unit yang

lebih kecil (indivisible)

  • Sebuah skema relasi R berada dalam kondisi 1NF jika domain seluruh atribut dalam R atomic
  • Nilai non-atomic membuat penyimpanan data menjadi rumit dan dapat mendorong terjadinya redundansi data. Contoh : himpunan account yang disimpan untuk tiap customer, dan himpunan pemilik yang disimpan untuk tiap account

Second Normal Form (2NF)

  • Sebuah relasi berada dalam kondisi 2NF jika dan hanya jika relasi tersebut :

– Berada dalam kondisi 1NF

– Tidak ada atribut nonkey yang tergantung secara parsial dengan relasi dalam skema

tersebut

Definisi Formal 3NF

  • Sebuah skema relasi R berada dalam kondisi 3NF jika untuk semua α ® β dalam F+

paling tidak satu kondisi berikut terpenuhi :

– α ® β trivi al (misal, β ε α)

– α adalah superkey untuk R

– Setiap atribut A dalam β – α terkandung dalam sebuah candidate key untuk R (tiap

atribut dapat berada dalam candidate key yang berbeda)

  • Contoh :

– R = (J,K,L), F = {JK ® L, L ® K}

– Dua candidate key : JK dan JL

– R berada dalam kondisi 3NF :

  • JK ® L JK adalah superkey
  • L ® K K terkandung dalam sebuah candidate key

JENIS-JENIS NORMALISASI

Ø      Bentuk Normal tahap Pertama (1 Normal Form / 1 NF)

  • Setiap data disajikan dalam bentuk flat file (tabular/tabel)
  • Seluruh atribut kunci terdefinisikan
  • Tidak ada pengulangan group pada tabel
  • Semua atribut bergantung pada kunci primer (PK)

Ø      Bentuk Normal tahap Kedua (2 Normal Form / 2 NF)

Sebuah tabel/relasi berada dalam bentuk normal kedua jika:

  • Sudah berada dalam bentuk pertama dan
  • Semua atribut bukan kunci memiliki depedensi sepenuhnya terhadap kunci primer (PK)

(Namun masih memungkinkan tabel dalam 2NF menunjukkan adanya depedensi transitif; artinya ada satu atau beberapa atribut yang masih bergantung pada atribut bukan kunci)

Ø      Bentuk Normal tahap Ketiga (3 Normal Form / 3 NF)

Sebuah tabel/relasi berada dalam bentuk normal ketiga jika:

  • Sudah berada dalam bentuk kedua dan
  • Tidak mengandung depedensi transitif

Ø      Bentuk Normal tahap Keempat (4 Normal Form / 4 NF)

  • Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
  • Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies

Ø      Bentuk Normal Tahap Kelima (5th Normal Form /5NF)

  • Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
  • Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula

Kesimpulan

Relationship adalah suatu model yang menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real world terdiri dari objek-objek dasar è relasi antar objek dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol. Sedangkan normalisasi dipakai untuk membuat Relasi dalam Basisdata dengan tujuan mengurangi kemubaziran data.(E.F. Codd). Juga dipakai sebagai perangkat verifikasi thd tabel yang dihasilkan metodologi lainnya. Mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang atau mengurangi ketidak efisienan. Proses merubah suatu relasi yang bermasalah ke dalam dua atau lebih relasi yang tidak bermasalah (Kroenke).

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: